THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Senin, 04 Februari 2008

puisi gaweanku rek

REALITA CINTA
lingkaran awan biru
terbuai nyanyian sendu
gadis yang buta terhadap cinta
menitikkan air mata
dia menjauh, dia menghilang
dalam pekatnya kabut malam
dan aku...
aku terus menanti
dalam heningnya petang
desahan angin menggetarkan jiwa
membuat hati semakin terluka
sayatan pisau tiada rasa
tikaman cinta, membunuh jiwa
bisikan angin bernyanyi riang
bercerita tentang cinta terluka
sakitnya ditinggalkan
hampanya dicampakkan
sedih senang, rindu dendam
realita cinta kehidupan
tersimpan abadi
dalam goresan pena pujangga

Sabtu, 02 Februari 2008

cerita sobat

"Pagi yang cerah",kataku. Burung-burung berkicauan, angin pagi sudah terasa hangat. Kulihat mentari sudah mulai menyinari hari-hariku. Aku lekas bangkit dari kasurku, akupun melihat jam yang ada dikamarku."Waow.........gue kesiangan lagi.Gimana nih gue telat lagi ke sekolah",ucapku. Aku mulai kebingungan sendiri karena aku sudah kesiangan lebih dari setengah jam, apalagi jalanan seringkali macet.
Sesampai disekolah, seperti biasanya aku tidak boleh mengikuti jam pertama dan kedua. "Kriiing..........."suara bel berbunyi. Akupun lekas masuk kelas, mungkin hari ini hari sialku. "Masa' sih gue barusan masuk udah ulangan matematika, apalagi gue ga' sempat belajar lagi."ucapku. Akupun menengok kanan, kiri,depan, belakang, tapi ga' ada yang mau nyontekin aku. Akupun bingung dengan sendirinya. Keringat diri mengucur dari ujung kepalaku setelah aku ketahuan menyontek. Akupun mengerjakan sebisaku. Bel berdering tanda pergantian pelajaran. Akhirnya break pun tiba, waktu yang sudah aku tunggu-tunggu. ga' lama kemudian pelajaran dimulai lagi. Karena pusingnya kepalaku, akhirnya aku tinggal tidur di kelas. Enam jam kemudian bel pulang berdering.....rasanya aku melihat pagi yang cerah.

end.

Rabu, 30 Januari 2008

Kontroversi

Selama 32 tahun pemerintahannya banyak yang menentangnya. Kritik dan komentar banyak terlontar dari mulut rakyat, ini semua dikarenakan rezim tangan besi yang dijalankannya. Namun setelah Soeharto wafat banyak juga rakyat yang ikut mengiringi ataupun menyaksikan proses pemakaman . Jelas,, ini sangat ironis. Mengapa dulu dibenci rakyat dan kini kematiannya banyak yang merasa kehilangan? Mungkin karena simpati ataukah karena kasus hukumnya yang belum tuntas. Hanya mereka yang tahu jawabanya. Tanyakan pada runput yang bergoyang!!!!